Gawat! Planet Mars Hilang dari Tata Surya! Kiamat Akan Segera Datangkah?

0
55
Planet Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Warna itu muncul karena keberadaan besi oksida di permukaan planet Mars. (foto ilustrasi: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Sejak akhir pekan lalu terjadi hal yang sangat membingungkan: planet Mars hilang dari antariksa. Apakah ini pertanda dunia akan segera kiamat?

Tenang! Jangan panik dulu. Usut punya usut, ternyata orbit Mars telah membawa planet tersebut jauh dari Matahari sehingga tidak bisa terlihat selama berminggu-minggu.

Seperti yang dilansir Space pada Sabtu (2/12/2023), peristiwa tak biasa itu disebut sebagai ‘konjungsi Matahari’, yakni fenomena yang disebabkan oleh orbit Mars bergerak melawan sisi Matahari yang mengarah ke Bumi. Akibatnya, Mars terpisah dari Matahari dalam jarak kurang dari 1 derajat. Keduanya berada di konstelasi Libra. Setelahnya, Mars seolah lenyap dan tidak bisa diamati selama beberapa minggu karena terhalang oleh cahaya Matahari.

Dalam ilmu antariksa, konjungsi Matahari dialami oleh Bumi dan Mars setiap 2 tahun sekali, berdasarkan waktu di Bumi. Planet ketiga dan keempat dari Matahari tersebut juga akan berjarak lebih jauh dari kondisi normal.

Biasanya, Mars dan Bumi terpisah dalam jarak sekitar 225 juta kilometer. Selama konjungsi Matahari berlangsung, Mars dan Bumi akan berjarak hampir 2 kali lipat lebih jauh, yakni sekitar 378 juta kilometer.

BACA JUGA :  Dorong Perlindungan Siswa, Pemkot Tangerang Evaluasi Puluhan Sekolah Ramah Anak

Selama lebih dari 20 tahun, NASA telah mengoperasikan robot penjelajah yang dinamai ‘Curios’ dan ‘Perseverance’ untuk mengamati permukaan Mars. NASA juga menerbangkan helikopter ‘Ingenuity’ di atas Mars, serta beberapa pesawat ruang angkasa yang mengorbit di sekitar Planet Merah tersebut.

Dalam beberapa bulan ke depan, Mars akan muncul dari sisi lebar Matahari dan terlihat lebih lama di langit sebelum fajar menyongsong. Lalu, selama satu tahun ke depan, Mars akan mencapai oposisi dan terlihat hampir sepanjang malam dari langit Bumi.

Selama konjungsi Matahari, pengendali misi di Bumi akan kehilangan kontak dengan robot yang menjalankan misi di Mars. Penjelajahan akan terhenti, helikopter Ingenuity dilarang terbang, dan pesawat ruang angkasa tidak bisa mengirimkan data ke Bumi. Protokol itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya perintah parsial yang mengganggu operasional robot atau pesawat ruang angkasa.

“NASA akan menunda pengiriman perintah ke armada Mars selama dua minggu, mulai 11 hingga 25 November,” kata NASA dalam keterangan resminya.

BACA JUGA :  AirNav Indonesia dan PT Wijaya Karya 'Berduet' Demi Lestarikan Kura-Kura Leher Ular Rote

“Misi ini dihentikan karena gas panas terionisasi yang dikeluarkan dari korona matahari berpotensi merusak sinyal radio yang dikirim dari Bumi ke pesawat ruang angkasa NASA di Mars, sehingga menyebabkan perilaku yang tidak terduga,” dijelaskan lebih lanjut. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini