Soal Kebocoran 204 Juta DPT Pemilu 2024, BSSN: Hasil Investigasinya Sudah Diserahkan Kepada Polri dan KPU

0
32
BSSN telah menyerahkan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal atas kebocoran 204 juta DPT Pemilu 2024 kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dan KPU pada hari Sabtu (2/12/2023). (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah melakukan investigasi dan forensik digital tahap awal terkait dugaan kebocoran 204 juta Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang didapat dari situs KPU.

Menurut juru bicara BSSN, Ariandi Putra, pihaknya telah menyerahkan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dan KPU. “Pada hari Sabtu (2/12), pukul 11.00 WIB, BSSN telah menyerahkan laporan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dan KPU,” tuturnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (2/12/2023).

Laporan yang diserahkan oleh BSSN terkait dugaan kebocoran data KPU, kata Ariandi, merupakan hasil analisis dan forensik digital dari sisi aplikasi dan server untuk mengetahui root cause atau penyebab dugaan insiden tersebut. Sayangnya, pernyataan BSSN itu tidak menyebutkan temuan hasil analisisnya.

Laporan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Dittipidsiber Polri dari sisi penegakan hukum, dan KPU sebagai penyelenggara sistem elektronik sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

BACA JUGA :  Miliki Fasilitas Berstandar Internasional, Jababeka Golf Tawarkan Kenyamanan untuk para Anggota Klubnya

“BSSN akan senantiasa melakukan sinergi dan kolaborasi bersama KPU dan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dalam pengamanan siber pemilu 2024,” ujar Ariandi.

Sebelumnya, akun anonim bernama “Jimbo” mengaku telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs KPU. Ini bukanlah kasus kali pertama. Sebab, hacker bernama Bjorka pada 2022 mengklaim mendapatkan 105 juta data pemilih dari website KPU.

Berdasarkan penelusuran lembaga riset CISSReC, akun anonim “Jimbo” membagikan 500 ribu data contoh yang berhasil dia dapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

Jimbo mengaku memiliki 204.807.203 data unik yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222. Hal itu diungkapkannya melalui postingan di situs BreachForums. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini