Bikin Bangga! Jakarta Smart City Terpilih Jadi Tolak Ukur Smart City di Vietnam

1
53
Dalam acara Vietnam - Asia Smart City Summit 2023 "Data Exploitation, Building Smart Sustainable Developement Cities" di Hanoi, Vietnam, 29-30 November 2023, Jakarta jadi satu-satunya pemerintah kota dari negara utama di Asia Tenggara yang dipilih sebagai smart city. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Jakarta Smart City (JSC) Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Provinsi DKI Jakarta menjadi tolak ukur pelaksanaan kota cerdas di Vietnam. Hal itu bisa dilihat dari terpilihnya Kepala JSC Yudhistira Nugraha sebagai keynote speaker, sekaligus panelis, dalam gelaran Vietnam – Asia Smart City Summit 2023 “Data Exploitation, Building Smart Sustainable Developement Cities” di Hanoi, Vietnam, 29-30 November 2023.

Yudhistira dalam acara tersebut tampak bersanding dengan beberapa narasumber, yaitu Nguyen Huy Dung (Wakil Menkominfo Vietnam), Ha Minh Hai (Vice President Komite Rakyat Hanoi), dan Nguyen Nhat Quang (Member of Founding Council VINASA).

Yudhistira mengaku bangga karena Jakarta menjadi satu-satunya pemerintah kota dari negara utama di Asia Tenggara yang dipilih sebagai smart city. “Saat paparan, kami membahas kebijakan smart city serta exploitasi gunakan data dalam membangun smart city secara efektif,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Menurut Yudhistira, keterlibatan JSC dalam kegiatan tersebut karena tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kerjasama dalam membangun dan mengembangkan ekosistem kota cerdas, baik di kota maupun provinsi di Vietnam.

BACA JUGA :  Hari Ini DPR Sahkan Perppu Pemilu dan Delapan RUU Provinsi, Tito: Sekali Pukul, Sembilan UU

Apalagi, kata Yudhistira, Jakarta juga sudah teruji mengelola kotanya dalam pendekatan sains dan teknologi. Sebab, ada lebih dari 11 juta warga tinggal di Jakarta, 17% kontribusi ke GDP nasional, 25% kontribusi area Jabodetabek ke GDP nasional. Yudhistira yakin, sebagai kota global, Jakarta akan terus mendorong investasi, sumber daya manusia, serta gagasan dan inovasi menjadi bagian penting dalam ekosistem kota cerdas.

“Kami sampaikan dengan kompleksitas tersebut, kami bisa tangani dengan substansi aktivitas kota cerdas di Jakarta dengan pendekatan smart system yakni sensing, understanding, dan acting. Salah satunya dengan membangun publik trust melalui Citizen Relation Management (CRM), atau juga sering disebut Cepat Respons Masyarakat,” papar Yudhistira.

Lebih lanjut, Yudhistira menjelaskan bahwa
CRM yang disokong oleh salah satu kanal favorit warga, yaitu fitur aduan warga atau yang dikenal dengan JakLapor pada super aplikasi Jakarta Kini (Jaki), telah membuat proses pelaporan warga menjadi lebih efisien. Terbukti, dari lebih dari 1 hari menjadi 2-3 menit, rerata resolusi problem dari 2 minggu menjadi 1 hari, serta tingkat keberhasilan penanganan laporan dari 55% menjadi lebih dari 90%.

BACA JUGA :  Bogor Kini Jadi Langganan Bencana

Bukan hanya itu, Yudhistira menuturkan bahwa pihaknya juga aktif membangun evidence-based culture dan data-driven public policy, yakni proses pengambilan keputusan penting dengan merujuk serangkaian data statistik, tren, hingga fakta yang relevan. Hal ini bersumber dari data internal pemerintah, seperti data kependudukan dan data atribut lainnya dan data eksternal seperti data dari media sosial dan laporan warga.

“Cara-cara ini membuat kami telah mampu menghadirkan pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital dalam satu platform digital melalui super aplikasi Jaki. Termasuk adopsi kecerdasan buatan dalam penanganan masalah banjir di Jakarta, ruang inovasi bersama di Jakarta Future City Hub, diseminasi literasi digital ke sekolah-sekolah, serta pengembangan talenta dan ekosistem startup digital,” paparnya.

Sebagai informasi, Vietnam – Asia Smart City Summit 2023 juga menjadi bagian tindak lanjut dari kunjungan delegasi Vietnam ke Jakarta, 6 September 2023 lalu, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean Summit 2023. (ARH)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini