Geger Soal Agus Rahardjo Pernah Dimarahi Presiden dan Diminta Stop Kasus e-KTP, Presiden Jokowi Buka Suara

0
34
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dulu ia memang pernah meminta pertemuan dengan Agus Rahardjo. Ia pun yakin bila dicek ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Tapi, menurut Jokowi, pertemuan tersebut tidak ada dalam agenda kepresidenan. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo mengklaim Presiden Jokowi pernah marah dan memintanya menghentikan kasus e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Jokowi buka suara soal sikapnya terkait kasus Setya Novanto. “Ini yang pertama coba dilihat. Dilihat di berita-berita tahun 2017 di bulan November, saya sampaikan saat itu Pak Novanto, Pak Setya Novanto ikuti proses hukum yang ada, jelas berita itu ada semuanya,” ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023).

Jokowi juga menyebut saat ini Setya Novanto sudah dihukum berat. “Yang kedua buktinya proses hukum berjalan. Yang ketiga pak Setya Novanto sudah dihukum divonis dihukum berat 15 tahun,” tuturnya.

Karena itu, Jokowi pun bertanya-tanya mengapa hal seperti itu harus diramaikan. Ia sendiri menepis ada pertemuan dengan Agus Rahardjo. “Terus untuk apa diramaikan itu? kepentingan apa diramaikan itu? untuk kepentingan apa?” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa dulu ia memang meminta pertemuan dengan Agus. Ia pun yakin bila hal itu akan dicek ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Tapi, menurut Jokowi, pertemuan tersebut tidak ada dalam agenda kepresidenan.

BACA JUGA :  Usai Cak Imin Keluar Koalisi, PAN Sebut Peluang Erick Thohir Jadi Cawapres Prabowo Menguat

“Saya suruh cek, saya sehari kan berapa puluh pertemuan. Saya suruh cek di Setneg, nggak ada (pertemuan),” ujar Jokowi.

“Agenda yang di Setneg nggak ada. Tolong dicek lagi aja,” lanjut Jokowi ketika ditanya betul tidaknya ada pertemuan antara ia dan Agus Rahardjo.

Seperti yang kita ketahui, cerita Agus mengenai pertemuan dengan Jokowi itu disampaikan dalam wawancara program Rosi di Kompas TV seperti dikutip, Jumat (1/12). Agus mengatakan saat itu dipanggil sendirian oleh Jokowi ke Istana.

“Saya terus terang pada waktu kasus e-KTP saya dipanggil sendirian, oleh Presiden. Presiden waktu itu ditemani oleh Pak Pratikno. Saya heran biasanya memanggil itu berlima, ini kok sendirian. Dan dipanggilnya juga bukan lewat ruang wartawan tapi lewat masjid kecil gitu,” kata Agus.

Begitu masuk, Agus menyebut Jokowi sudah dalam keadaan marah. Menurut Agus, Jokowi meminta KPK menghentikan kasus e-KTP Setya Novanto.

“Setelah saya duduk, ternyata saya baru tahu kalau yang suruh hentikan itu adalah kasusnya Pak Setnov, Ketua DPR pada waktu itu, mempunyai kasus e-KTP supaya tidak diteruskan,” ungkap Agus. (ARH)

BACA JUGA :  Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 1.085 Jiwa Terpaksa Mengungsi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini