Khawatirkan Nasib Pengungsi Rohingya dan Rakyat Aceh, Majelis Ulama Aceh Desak Jokowi Bersikap Tegas

0
63
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyebut tidak ada langkah konkrit dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk pengungsi Rohingya. Bahkan mereka melihat masalah imigran gelap itu seakan-akan 'dilempar' ke Pemerintah Aceh dan masyarakat serambi Mekkah. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bersikap tegas soal penanganan pengungsi Rohingya yang ada di Aceh.

Menurut Faisal, tidak ada langkah konkrit dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk pengungsi Rohingya. Bahkan ia menilai masalah imigran gelap itu seakan ‘dilempar’ ke Pemerintah Aceh dan masyarakat serambi Mekkah.

“Selama ini kita lihat belum ada sikap yang konkrit dari pemerintah pusat dalam rangka menangani teman-teman Rohingya,” tutur Faisal saat berkunjung ke penampungan Rohingya di gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (30/12/2023).

Faisal yang juga menjabat Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh lalu menjelaskan bahwa masyarakat Aceh sebenarnya hanya membantu, tapi solusi yang tepat tetap ada pada pemerintah pusat. “Saya berharap Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini,” tuturnya.

Bukan itu saja. Faisal juga menyesalkan adanya narasi yang diskriminatif dan memojokkan pengungsi Rohingya hingga berujung ke aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa terhadap pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  Forum Bisnis ILUNI Menwa UI Resmi Dibentuk, Siap Lakukan Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Generasi Masa Depan

Hal itu, kata Faisal, telah membuat wajah Aceh tercoreng dan memudarkan slogan adat Serambi Mekkah yang memuliakan tamu. Ia pun meminta masyarakat Aceh untuk melihat secara jernih kasus Rohingya dan tidak termakan isu-isu miring hingga melakukan tindakan yang berpotensi membuat perpecahan.

“Siapapun yang tamu dalam konteks kemanusiaan itu harus kita berikan semampu yang kita berikan. Yang senang silahkan berpartisipasi untuk memberikan apa yang bisa diberikan. Yang tidak senang berdoa sajalah jangan sampai kita melakukan sesuatu yang memang di luar batas wajar,” katanya.

Seperti diketahui bersama, Menko Polhukam Mahfud MD telah memerintahkan jajarannya untuk menempatkan pengungsi Rohingya di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan Aceh.

“Hari ini saya sudah mengambil keputusan dan tindakan agar pengungsi-pengungsi Rohingya itu ditempatkan di satu tempat yang aman. Satu ditempatkan di Gedung PMI, sebagian lagi ditempatkan di Gedung Yayasan Aceh,” tutur Mahfud di Buduran, Sidoarjo, Kamis (28/12/2023).

Selain itu, Mahfud juga mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (JK). Ia juga sudah berpesan agar aparat keamanan menjaga lokasi pengungsian karena ini soal kemanusiaan. (ARH)

BACA JUGA :  Astaga! Pelecehan Seksual di Kereta Terjadi Dua Hari Berturut-turut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini