Tak Mau Bergantung pada Australia, Indonesia Incar Sapi-Sapi dari India

0
45
Indonesia pertama kali membuka keran impor daging kerbau dari India pada 2016. Saat itu, pertimbangannya adalah harga daging yang lebih murah dan untuk menstabilkan harga daging di pasar domestik. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan sapi dalam negeri, salah satunya dari India.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia tak ingin hanya bergantung pada Australia dalam urusan sapi. Meski ada kekhawatiran adanya wabah penyakit mulut dan kuku di India, Airlangga menyebut nantinya akan ada protokol kekarantinaan yang mesti didalami.

“Untuk India meminta ada produk-produk lain yang dibeli. Selama ini kan kita bergantung pada Australia, tapi tentu ada protokol-protokol kekarantinaan yang harus kita dalami,” tutur Airlangga dalam keterangan tertulis (6/1/2024). Airlangga juga menyebut neraca dagang Indonesia dengan India surplus besar.

Adapun rencana mengimpor 1,5 juta ekor sapi perah dari India sebelumnya disampaikan Prabowo Subianto. “Kita melihat bagaimana kebutuhan hewani kita, kita membuka kerja sama ke berbagai negara, termasuk neraca perdagangan kita dengan India surplus besar,” ujar Airlangga.

Seperti diketahui sebelumnya, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto membeberkan strategi untuk memenuhi pasokan susu dalam programnya. Prabowo mewacanakan impor sapi perah sekitar 1,5 juta ekor untuk memenuhi produksi susu yang nantinya akan dibagikan kepada anak-anak.

BACA JUGA :  Soal Aturan Hukuman Mati di KUHP yang Baru, Hotman Paris: Bisa Jadi Lahan Basah Kalapas

“Jadi, kita mungkin harus impor 1 juta atau 1,5 juta sapi. Dalam dua tahun dia akan melahirkan, kita akan punya 3 juta. Kira-kira begitu strategi kita,” ungkap Prabowo saat menghadiri diskusi PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

Menurut Prabowo, program bagi-bagi susu tersebut dibutuhkan untuk sekitar 82 juta anak Indonesia. Prabowo memperkirakan anak-anak itu akan diberikan susu gratis dengan 500 mililiter per orang atau sekitar 40 juta liter.

“Kita butuh untuk kasih susu ke anak-anak kita 82 juta anak. Kalau mereka minum 500 cc kita butuh berarti sekitar 40 juta liter berarti kita minimal perlu sapi perah ya minimal mungkin dua setengah juta,” papar Prabowo.

Prabowo sempat menyebut India sebagai negara potensial eksportir sapi perah. Bahkan ia juga pernah membandingkan sapi-sapi India dengan sapi-sapi dari Brazil. “Kalau dari India mungkin hanya 20 hari (Brazil 40 hari waktu pengiriman) dan harganya saya kira memadai. India lebih banyak kita bisa impor,” ujar Prabowo. (ARH)

BACA JUGA :  Wow, Rumah Sakit EMC Cikarang Sekarang Punya Layanan Operasi Jantung Paripurna di Kawasan Purwabeka, Pasien Bisa Gunakan JKN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini