Khofifah Mengaku Siap Menangkan Prabowo-Gibran, Pengamat: Itu Bakal Merepotkan PKB di Jawa Timur

0
56
Khofifah Indar Parawansa menegaskan bakal mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Pengamat politik melihat dukungan politik Khofifah kepada Prabowo-Gibran diprediksi bakal merepotkan PKB di Jawa Timur. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Khofifah Indar Parawansa dikabarkan bakal mendukung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Bahkan Khofifah mengaku siap masuk ke Tim Kampanye Nasional atau menjadi jurkamnas untuk keliling memenangkan Prabowo-Gibran.

“Insya Allah saya sudah siap, sesuai janji saya Januari awal sepulang saya umrah. Saya menyampaikan posisi dukungan saya dan saya mendukung paslon 02,” tutur Khofifah kepada wartawan di VVIP Juanda Surabaya, Sidoarjo, Rabu (10/1/2024).

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, melihat dukungan politik dari Khofifah kepada Prabowo-Gibran bakal merepotkan PKB di Jawa Timur.

“Dukungan Khofifah kepada Prabowo-Gibran akan merepotkan mesin politik PKB di kubu AMIN, yang saat ini menggantungkan mesin politiknya pada jaringan pesantren dan masyarakat Nahdliyin,” ujar Umam kepada wartawan, Rabu (10/1/2024).

Menurut Umam, tekanan terhadap mesin politik PKB di basis NU juga semakin kuat ketika elit pengurus PBNU dirasa tidak sejalan dengan kepentingan politik pencawapresan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

BACA JUGA :  Akhirnya Golkar Surabaya Perkenalkan Airlangga dan Sarmuji Sebagai Capres dan Cagub Jatim

“Saat ini, basis elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur memang relatif cukup kompetitif, karena ditopang oleh mesin politik yang kuat di Jatim, di mana Gerindra, Demorkat, Golkar merupakan aktor-aktor kuat di Jatim,” ungkap Umam.

Mesin politik Gerindra Jatim sendiri, kata Umam, lebih banyak dijalankan oleh jaringan mantan politisi PKB yang dulu memisahkan diri ketika terjadi konflik internal di PKB. “Karena itu, bisa dipahami mengapa cukup banyak pesantren di wilayah Tapal Kuda, Mataraman dan Arek yang saat ini mendukung Prabowo-Gibran,” papar Umam.

Meski demikian, konstalasi politik di Jawa Timur masih dinamis. Momentum 1,5 bulan ke depan bisa dimanfaatkan oleh masing-masing paslon untuk konsolidasi kekuatan politiknya.

Lebih lanjut, Umam menuturkan bahwa dua mesin politik yang selama ini mendominasi Jatim, yakni PDIP dan PKB sebagai representasi kekuatan politik abangan dan santri, saat ini terpecah di dua gerbong koalisi yang berbeda.

“Mengingat Jatim adalah battle field terbuka dalam Pilpres, maka jika ada Paslon bisa menggabungkan mayoritas jaringan politik nasionalis dan politik santri di Jatim, besar kemungkinan paslon itu akan memenangkan kontestasi Pilpres di tingkat nasional,” papar Umam.

BACA JUGA :  Diberlakukan Tahun 2026, KUHP Nasional Mulai Disosialisasikan Secara Gencar

Sementara soal dukungan politik Khofifah, menurut Umam, hal itu jelas akan meningkatkan elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur. Dia menyebut simpul kekuatan politik di Jawa, khususnya Jawa Timur, adalah basis pemilih Nahdliyin.

Umam yakin, Khofifah akan membukakan pintu lebar-lebar bagi timses Prabowo-Gibran untuk melakukan penetrasi lebih efektif ke basis-basis pesantren. “Meskipun loyalitas politik terhadap Kiai tidak sekuat dulu, tapi kampanye di jaringan pesantren tetap dibutuhkan untuk megoptimal penguasaan massa riil berbasis santri, alumni pesantren, hingga orang tua santri,” tutur Umam. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini