Foto Sepinya Gerbong Kereta Cepat Whoosh Beredar Luas di Medsos, KCIC Langsung Buka Suara

0
46
Tak sedikit warganet yang menganggap bahwa sepinya penumpang di gerbong Kereta Cepat Whoosh berkaitan erat dengan kenaikan tarif ongkosnya, dari Rp 150 ribu menjadi 200 ribu, per 1 Desember 2023 lalu. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Belum lama ini beredar kabar di media sosial X tentang sepinya penumpang Kereta Cepat Whoosh. Warganet pun membagikan foto gerbong Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu yang terlihat hampir kosong. Pada foto yang diunggah oleh si pemilik akun Reinhart Hermanus atau @reinharthrm itu terlihat hanya beberapa kursi yang diisi oleh penumpang.

“Hari ini pulang pergi Jkt-Bdg naik Whoosh kondisinya sepi begini. Posisi kereta sudah jalan, bukan nunggu penumpang,” cuit Reinhart, dikutip pada Kamis, 18 Januari 2024.

Dalam cuitan selanjutnya, Reinhart mengaku ingin mengkritik proyek pemerintah tersebut, tapi pembangunan moda transportasi itu sudah rampung dan sudah ada pinjaman dari luar negeri yang masuk untuk proyek tersebut. “Berharap yang baik aja deh, semoga investasinya bisa balik modal dalam bentuk apapun (dampak ekonomi dll),” tulisnya.

Tak mengherankan, postingan tersebut langsung memperoleh view lebih dari jutaan orang dengan ribuan komentar. Bahkan banyak pula orang yang memposting ulang informasi tersebut. Tak sedikit pula warganet yang menyebut sepinya penumpang itu berkaitan erat dengan kenaikan ongkos Whoosh, dari Rp 150 ribu menjadi 200 ribu, sejak 1 Desember 2023 lalu.

BACA JUGA :  Sssttt! Ternyata Pemerintah Bakal Bangun Bandara VIP di IKN, Berapa Biayanya dan Dari Mana Dananya? 

Menanggapi hal tersebut, General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa terpaksa angkat bicara. Menurut Eva, jumlah penumpang pada tengah pekan memang berbeda dengan akhir pekan. Jumlah penumpang pada akhir pekan biasanya lebih banyak ketimbang saat weekdays. Tapi secara umum rata-rata okupansi 50 persen.

“Untuk hari biasa rata-rata volume penumpang mencapai 60 persen hingga 70 persen. Sementara itu, untuk akhir pekan, tingkat okupansi di beberapa KA dengan jadwal keberangkatan favorit dapat mencapai 80 persen bahkan lebih khususnya pada momen tertentu seperti saat libur bersama,” ungkap Eva dalam keterangannya kepada media Sabtu (20/1/2024).

Eva juga menuturkan bahwa jumlah penumpang Whoosh akan berbeda lagi saat musim liburan, seperti pada saat libur Natal dan tahun baru atau long weekend. “Setelah long weekend selesai pasti mengalami sedikit penurunan dan bertahap akan normal kembali,” katanya.

Eva menyebut saat ini, Whoosh sudah mengangkut sekitar 1,3 juta penumpang sejak beroperasi berbayar pada 17 Oktober lalu. Adapun jumlah KA terus ditingkatkan agar dapat melayani peningkatan jumlah penumpang.

BACA JUGA :  WNI yang Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah Divonis 2 Tahun Penjara, Legislator PD: Pemerintah Kecolongan

Lebih lanjut, Eva menjelaskan bahwa setelah menerapkan tiket berbayar di awal operasionalnya, Whoosh hanya mengoperasikan 14 perjalanan kereta per hari, tapi kini terdapat 40 perjalanan kereta.

“Adapun jumlah kereta yang beroperasi tentunya sangat fleksibel dengan melihat demand. Sebagai contoh pada saat momen libur Natal dan tahun baru jumlah perjalanan Whoosh mencapai 48 kereta per hari,” ujar Eva. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini