Tom Lembong Sebut Hilirisasi Nikel yang Berlebihan Bisa Sebabkan Harga Nikel Anjlok, Prabowo Angkat Bicara

0
29
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mendukung program hilirisasi ala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia bahkan mengklaim lewat program tersebut, pendapatan Indonesia melambung puluhan kali lipat. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Sudah lebih dari sepekan hilirisasi nikel menjadi perdebatan antara kubu propemerintah dengan kubu calon presiden-calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN.

Salah satu kritikan terhadap hilirisasi dilayangkan oleh Co-Captain Timnas AMIN, Tom Lembong. Menurut pria yang bernama lengkap Thomas Trikasih Lembong itu, harga nikel bisa anjlok jika hilirisasi dilakukan secara berlebih.

Pernyataan Tom Lembong tadi mendapat tanggapan dari calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Menurut mantan Danjen Kopassus itu, naik-turunnya harga nikel memang umum terjadi. Prabowo menyebut Indonesia perlu menyetop ekspor barang mentah.

“Jadi begini, komoditas adalah komoditas, ada harga harga naik ada turun. Tapi yang paling esensial adalah bahwa nikel itu adalah suatu bagian, suatu elemen yang digunakan oleh industri. Dan kita punya nikel, salah satu yang terbesar di dunia,” katanya dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

“Jadi kenapa kita harus jual nikel murah, diolah di luar negeri. Jadi ini nggak tahu saya pemikiran-pemikiran orang itu. Saya bener-bener nggak paham,” tambah Prabowo.

BACA JUGA :  Permohonan Praperadilan Ditolak, LP3HI Ancam Bakal Kembali Gugat Bareskrim Soal Kasus Helikopter Ketua KPK

Prabowo lalu menjelaskan bahwa hilirisasi juga perlu dikembangkan ke komoditas lain seperti timah, karet, tembaga, dan rumput laut. Menurutnya, komoditas rumput laut cukup prospektif. “Dari rumput laut itu bisa menghasilkan pupuk organik, dan kita punya panjang pantai terpanjang kedua,” ujar Prabowo.

Rumput laut, kata Prabowo, juga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan biosolar. Ia juga mengatakan bahwa proses uji coba pengembangan rumput laut sudah dilaksanakan di Bali.

Tak lupa, Prabowo juga mencontohkan hilirisasi bauksit menjadi alumina, yang kemudian diolah menjadi alumunium. Produk turunannya lantas digunakan untuk banyak produk, seperti TV, pesawat terbang, kapal, mobil, dan motor.

“Bauksit diolah jadi alumina, diolah jadi alumunium, dipakai untuk TV, pesawat terbang, untuk kapal, mobil, motor, nearly semua barang-barang yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari ada alumuniumnya. Masa kita jual gelondongan, dijadikan aluminium, terus kita beli pesawat terbangnya, doesn’t make sense,” papar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyinggung dibangunnya smelter PT Freeport di Gresik, Jawa Timur, yang menurutnya menjadi bagian dari hilirisasi.

BACA JUGA :  Cegah Febri Diansyah ke Luar Negeri, KPK: Karena Ada Hubungannya dengan Kasus SYL

“Saya kira you cannot go against logic. Janganlah mau kita against logic, common sense. Ini tidak perlu Phd, kalau diolah di Indonesia lebih untung untuk Rakyat Indonesia,” tutur Prabowo. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini