Ingin Jadikan Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional, Cak Imin: Gus Dur Berperan Besar Lestarikan Perayaan Imlek

0
30
Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan bahwa Gus Dur memiliki peran besar menciptakan perayaan Imlek sebagai bagian kemajemukan di Indonesia. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Jelang pelaksanaan Pilpres 2024, Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengupayakan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi pahlawan nasional jika kelak AMIN (Anies-Muhaimin) menjadi pemimpin Indonesia. Menurut Cak Imin, Gus Dur punya peran besar menciptakan perayaan Imlek sebagai bagian kemajemukan di Indonesia.

“Gus Dur adalah pimpinan nasional pertama yang membongkar semua diskriminasi sehingga Gus Dur ini sosok pemersatu bangsa dan teman-teman Tionghoa (sampaikan aspirasi) Gus Dur jadi pahlawan nasional,” ujar Cak Imin kepada wartawan.

Lebih lanjut, kata Cak Imin, Anies-Muhaimin akan berusaha mewujudkan hal itu. Gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur akan diperjuangkan. “Saya akan terus berusaha mewujudkannya dalam pemerintahan yang dipimpin AMIN nanti,” kata dia.

Selain itu, Cak Imin juga menyebut PKB bersama Gus Dur memegang prinsip toleransi sejak awal. Ia tak ingin ada diskriminasi antar golongan di Tanah Air.

Bila sejarah ditarik ke belakang, bisa dibilang Imlek dapat dirayakan kembali di Indonesia berkat tangan dingin KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Keputusannya untuk mengakui seluruh warga negara Indonesia memiliki hak yang sama berdampak besar, termasuk kepada warga keturunan Tionghoa.

BACA JUGA :  Jet T-50i Golden Eagle Milik TNI AU Jatuh di Desa Nginggil, Kec. Kradenan Blora, Jateng

Kebijakannya tersebut melahirkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina.

Keppres yang ditandatangani Gus Dur pada 17 Januari 2000 itu menjadi pintu pembuka bagi masyarakat keturunan Tionghoa untuk dapat menjalankan kembali agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya, termasuk perayaan Imlek. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini