Perang Pecah di Mana-Mana, Sekjen PBB Sebut Kini Dunia Memasuki Zaman Kekacauan!

0
19
Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa konflik dan perang di seluruh dunia menciptakan kenyataan yang berbahaya dan tidak dapat diprediksi bagi warga sipil yang tidak bersalah. Ada jutaan orang yang terjebak dalam konflik di seluruh dunia. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan dunia sedang bergerak menuju “era kekacauan”. Menurut Guterres, Dewan Keamanan kini telah terpecah, berjuang beradaptasi dengan masalah geopolitik penting dan krisis global yang sedang berlangsung.

Hal itu disampaikan Guterres dalam pidato tahunannya di hadapan Dewan Keamanan di New York. Guterres juga menegaskan bahwa konflik dan perang di seluruh dunia menciptakan kenyataan yang berbahaya dan tidak dapat diprediksi bagi warga sipil yang tidak bersalah.

“Bagi jutaan orang yang terjebak dalam konflik di seluruh dunia, kehidupan adalah neraka yang mematikan, setiap hari, dan kelaparan,” tutur Guterres kepada Majelis Umum PBB. “Zaman kekacauan ini telah menciptakan kebebasan bagi semua orang yang berbahaya dan tidak dapat diprediksi pada saat Dewan Keamanan PBB terhenti karena perpecahan geopolitik,” katanya lagi.

Salah satu masalah yang memecah belah PBB, menurut Guterres, yakni perang Israel di Gaza. Dia mengaku “sangat khawatir” terhadap laporan Israel yang bermaksud memfokuskan serangan militernya di wilayah selatan wilayah kantong yang terkepung, karena di sana ada lebih dari satu juta orang mencari perlindungan.

BACA JUGA :  Waduh! Emak-Emak Ogah Migrasi ke Kompor Listrik, Kenapa?

“Tindakan seperti itu secara eksponensial akan meningkatkan apa yang sudah menjadi mimpi buruk kemanusiaan, dengan konsekuensi regional yang tak terkira,” tandas Guterres.

Lebih lanjut, Guterres juga mengkritik negara-negara yang berupaya meningkatkan persenjataan senjata pemusnah massal. Sebab, bagi Guterres, hal itu adalah tindakan yang hanya akan meningkatkan ketidakamanan global dan mengobarkan ketegangan regional.

“Setelah puluhan tahun melakukan perlucutan senjata nuklir, negara-negara berlomba-lomba untuk membuat persenjataan nuklir mereka lebih cepat, lebih tersembunyi dan lebih akurat,” ungkap Guterres.

Guterres menjelaskan bahwa meskipun Dewan Keamanan pernah mengalami perpecahan di masa lalu, disfungsi yang terjadi saat ini lebih dalam dan berbahaya. “Selama Perang Dingin, mekanisme yang mapan membantu mengelola hubungan negara adidaya. Di dunia multipolar saat ini, mekanisme seperti itu tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu, Guterres juga meminta negara-negara anggota PBB mau “berdamai dengan planet ini” dengan berkomitmen mengurangi emisi berbahaya dan berupaya menghentikan penggunaan bahan bakar fosil.

Di tengah prospek global yang suram, Guterres menyerukan para pemimpin dunia bersatu dalam ‘KTT Masa Depan’ yang akan diadakan di New York pada September 2024 nanti. “Ini adalah peluang bagi para pemimpin global untuk membentuk multilateralisme di tahun-tahun mendatang,” ujarnya. (ARH)

BACA JUGA :  Demi Tingkatkan Kualifikasi Pendidikan SDM Iptek, BRIN Gandeng IPB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini