Gawat! Ilmuwan Sebut Bumi Terancam Bakal Tenggelam di Masa Depan

0
20
Ilmuwan menjelaskan bahwa mencairnya es dapat menimbulkan konsekuensi buruk terhadap kenaikan permukaan air laut global. Lapisan Es Antartika Barat menampung cukup air untuk menaikkan permukaan laut sekitar 5 meter, yang akan menyebabkan banjir besar di kota-kota pesisir di seluruh dunia. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Dari tahun ke tahun, ancaman perubahan iklim semakin nyata di depan mata. Yang paling dirasakan adalah meningkatnya suhu Bumi. Tidak heran jika akhir-akhir ini merasakan suhu udara makin panas.

Bukti bahwa kondisi Bumi sedang tidak baik-baik saja kembali dibuktikan oleh para ilmuwan. Terbaru, bukti kerusakan Bumi muncul di wilayah Antartika. Bencana banjir besar karena air laut naik sehingga akan menenggelamkan Bumi menjadi sebuah keniscayaan di masa depan.

Dan baru-baru ini, seperti yang dilansir CNN, ilmuwan mengungkapkan bahwa Lapisan Es Antartika Barat pernah menyusut secara tiba-tiba sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini memberikan wawasan yang mengkhawatirkan tentang seberapa cepat es Antartika dapat mencair dan menyebabkan permukaan laut melonjak.

“Bagian dari lapisan es menipis 450 meter (1.476 kaki), lebih tinggi dari Empire State Building, hanya dalam kurun waktu 200 tahun pada akhir Zaman Es terakhir,” bunyi hasil penelitian yang diterbitkan pada Rabu (7/2/2024) di jurnal Nature Geoscience yang dikutip CNN.

“Data baru ini akan membantu meningkatkan akurasi model yang digunakan para ilmuwan untuk memprediksi bagaimana lapisan es akan merespons pemanasan global di masa depan,” bunyi hasil penelitian tersebut.

BACA JUGA :  Geram Lihat Kelakuan Debt Collector Bentak Polisi, Hotman Paris Dukung Kapolda Fadil Imran Tangkap Pelaku

Menurut ahli glasiologi di Universitas Cambridge di Inggris dan penulis penelitian, Eric Wolff, temuan itu memberikan indikasi berapa lama es di Antartika bisa menghilang.

“Ini adalah bukti langsung pertama yang menunjukkan hilangnya es dengan cepat di wilayah Antartika,” tutur Wolff. “Jika es mulai mundur, hal itu akan berlangsung dengan sangat cepat,” tambahnya.

Wolff juga menjelaskan bahwa mencairnya es dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk terhadap kenaikan permukaan air laut global. Lapisan Es Antartika Barat menampung cukup air untuk menaikkan permukaan laut sekitar 5 meter, yang akan menyebabkan banjir besar di kota-kota pesisir di seluruh dunia.

Lapisan Es Antartika Barat, kata Wolff, sangat rentan terhadap perubahan iklim karena daratan di bawahnya berada di bawah permukaan laut dan memiliki kemiringan ke bawah. Saat air hangat masuk ke bawahnya, ia bisa meleleh dengan sangat cepat. “Prosesnya bisa berjalan tanpa henti, dan itulah yang terjadi 8.000 tahun lalu,” tambah Wolff.

Sebagai informasi, studi ini dilakukan ketika para ilmuwan terus menyuarakan kekhawatiran tentang apa yang terjadi di benua paling terisolasi di dunia. Misalnya, Gletser Thwaites, yang juga berada di Antartika Barat, dilaporkan telah mencair dengan cepat.

BACA JUGA :  Paul Merson Desak MU Segera Depak Cristiano Ronaldo

Selain itu, sebuah studi pada tahun 2022 mengatakan bahwa Pegunungan Thwaites, yang dijuluki Gletser Kiamat karena dampak dahsyat keruntuhannya terhadap kenaikan permukaan air laut, disebut sedang berada di ujung tanduk saat planet ini memanas. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini