Oei Tiong Ham, Crazy Rich Sekaligus Sugar Daddy Pertama di Indonesia yang Memiliki Delapan Istri, Banyak Gundik, dan Lebih dari 26 Anak  

0
44
Oei Tiong Ham di tahun 1920-an memiliki kekayaan sebanyak 200 juta Gulden. Ia dijuluki sebagai Raja Gula serta salah satu miliarder di Hindia Belanda dan dunia. Ia memiliki delapan istri, banyak gundik, dan lebih dari 26 anak. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Publik tentunya pernah mendengar istilah sugar daddy. Istilah ini biasanya disematkan kepada pria kaya raya yang menawarkan atau memberikan berbagai dukungan materiel dan/atau finansial kepada wanita yang usianya lebih muda.

Berdasarkan Camridge Dictionary, sugar daddy adalah pria kaya (biasanya lebih tua) yang memberikan hadiah atau uang untuk perempuan yang lebih muda. Dalam hubungan asmara finansial tersebut, sugar daddy memberikan berbagai kebutuhan pasangan, seperti biaya tagihan, biaya belanja, sewa rumah, perhiasan, dan biaya lain-lain dengan kesepakatan keduanya.

Dan perlu diketahui, keberadaan sugar daddy sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dulu. Di Indonesia sendiri, pada awal abad ke-20, ada salah satu sosok yang sering disebut sebagai sugar daddy di Kota Semarang, Jawa Tengah. Namanya adalah Oei Tiong Ham.

Lahir pada 19 November 1866, Oei Tiong Ham merupakan pengusaha Hindia Belanda yang berdarah Tionghoa. Saat itu, jumlah hartanya mencapai 200 juta Gulden. Dengan kekayaan sebanyak itu, tak mengherankan bila pengusaha ini memiliki delapan istri dan banyak gundik.

Seperti yang dilansir cnbcindonesia.com (11/2/2024), Oei Tiong Ham adalah pendiri dan pemilik dari konglomerasi besar bernama Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Fokus utama bisnisnya adalah gula yang sangat berjaya di masa kolonialisme Belanda.

BACA JUGA :  Sebanyak 16 Tersangka Judi Online dan Konvensional di Depok Diringkus Polisi

Menurut Yoshihara Kunio dalam Konglomerat Oei Tiong Ham (1992), dalam kurun 1910-1912, OTHC berhasil mengekspor gula sebanyak 200 ribu ton hingga mengalahkan perusahaan Barat.  Bahkan, di waktu bersamaan, OTHC sukses menguasai 60% pasar gula di Hindia Belanda. Kantor cabangnya pun tersebar di seluruh dunia, mulai dari India, Singapura, hingga London.

Berkat besarnya bisnis itu, tak heran kalau Oei Tiong Ham memiliki kekayaan 200 juta gulden. Sebagai catatan, uang 1 gulden pada 1925 bisa membeli 20 kg beras. Jika harga beras Rp 10.850/kg, diperkirakan harta kekayaannya senilai Rp 44 triliun. Atas dasar inilah, dia dijuluki sebagai Raja Gula dan dinobatkan sebagai salah satu miliarder di Hindia Belanda dan dunia.

Diketahui, Oei Tiong Ham pertama kali menikah di usia 18 tahun dengan perempuan bernama Goei Bing Nio dan memiliki dua anak perempuan. Namun, kedua anak tersebut tak membuat Oei puas.

Pasalnya, sebagaimana dipaparkan Benny G. Setiono dalam Tionghoa Dalam Pusaran Politik (2008), Oei Tiong Ham ingin punya banyak keturunan karena beranggapan banyak anak banyak rezeki. Selain itu, alasan lain dia memiliki gundik karena istri pertamanya itu dianggap keras kepala dan angkuh.

BACA JUGA :  Salah Satu Orang Terkaya di RI Bakal Bangun Rumah Sakit di IKN dengan Investasi Rp 500 Miliar

Sejak itulah Oei Tiong Ham mantap berhubungan dengan gundik-gundik, tanpa menceraikan istri pertama. Kisah gundik ini dikisahkan langsung oleh anak perempuan Oei dari istri pertamanya yang bernama Oe Hui Lan dalam memoar Oei Hui Lan: Kisah Putri Sang Raja Gula dari Semarang.

Menurut Oe Hui Lan, ayahnya itu punya banyak gundik yang dipacari tanpa status. Tak diketahui berapa banyak, tetapi dari gundik-gundik tersebut, dia punya satu anak setiap tahunnya. “Gadis mana yang tidak jatuh hati pada ketampanan dan jabatan Ayah? Semua perempuan berusaha menarik perhatian Ayah,” tutur Oei Hui Lan.

Tak jarang pula gundik-gundik tersebut minta naik status. Mereka ingin menjadi istri resmi dan dipenuhi oleh Oei Tiong Ham. Tercatat, ada 7 gundik yang naik status menjadi istri, tanpa pernah menceraikan satu sama lain.

Jadi, total semasa hidupnya, Oei Tiong Ham memiliki 8 istri dan 26 anak. Tapi, kata Oei Hui Lan, jumlah anak-anak Oei Tiong Ham diperkirakan lebih dari itu. Sebab, dia menghitung punya saudara tiri 42 orang dan mungkin lebih dari itu mengingat Ayahnya berhubungan dengan banyak perempuan.

BACA JUGA :  Gara-Gara Banyak Pasangan Tak Mau Punya Anak, Korsel Bakal Dihantam Krisis Demografis?

Uniknya, Oei Tiong Ham sangat berlaku adil kepada seluruh pasangan dan anak-anaknya. “Walaupun istri-istrinya telah meninggalkannya (tak lagi hidup bersama), Oei Tiong Ham tetap menjalankan kewajibannya dalam menunjang semua biaya kehidupan sang istri,” tulis Benny G. Setiono.

Tak tanggung-tanggung, Oei Tiong Ham membahagiakan semua istri dan anak dengan kemewahan. Istri-istrinya tinggal tersebar di beberapa wilayah, mulai dari London, Singapura, China dan Semarang. Bahkan, keluarga yang berada di London bisa bergaul dengan keluarga kerajaan Inggris.

Sementara, anak-anaknya diberi biaya sekolah sampai jenjang paling tinggi. Oei Hui Lan sendiri bisa sekolah di London dan saat dewasa dia menjadi Ibu negara China.

Lalu, untuk soal warisan, Oei Tiong Ham diketahui memberi 26 anaknya dengan warisan sebesar 400.000 gulden atau setara belasan miliar rupiah tak lama usai meninggal pada 6 Juli 1924. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini