Smartphone Masa Depan ‘T-Phone’ Sudah Muncul, WhatsApp dan Google Bakal Pensiun?

0
51
Deutsche Telekom mengklaim bahwa konsep smartphone masa depan buatannya disebut 'T-Phone'. Tak ada aplikasi sama sekali di perangkat tersebut. Nantinya, semua kebutuhan pengguna yang saat ini dilakukan aplikasi bisa ditangani oleh sistem AI canggih. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Baru-baru ini, raksasa telekomunikasi asal Jerman, Deutsche Telekom, memamerkan konsep smartphone masa depan yang sepenuhnya bergantung pada penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan smartphone ini, nantinya pengguna tak perlu lagi memanfaatkan aplikasi untuk menunjang aktivitas di ponsel.

Seperti yang dilansir Reuters, Selasa (27/2/2024), Deutsche Telekom mengklaim, jika teknologi ini terealisasi, maka aplikasi yang marak digunakan saat ini seperti WhatsApp, Google, Instagram, TikTok, dan lain-lainnya sudah tak relevan dan tak dibutuhkan lagi.

Tak bisa dibantah, saat ini smartphone secara umum masih sangat bertumpu pada aplikasi buatan perusahaan teknologi. Tanpa aplikasi, pengguna tak bisa berinteraksi via chat, scrolling media sosial, main game, hingga menonton video dan film.

Dijelaskan oleh Deutsche Telekom, konsep smartphone masa depan buatannya disebut ‘T-Phone’. Tak ada aplikasi sama sekali di perangkat tersebut. Hal ini dimungkinkan kolaborasi dengan perusahaan chip Qualcomm dan Brain. Nantinya, semua kebutuhan pengguna yang saat ini dilakukan aplikasi bisa ditangani oleh sistem AI canggih.

BACA JUGA :  Sebagai Bentuk Dukungan kepada Hamas, Kelompok Hizbullah Bombardir Israel dari Lebanon

“Saya bisa pastikan bahwa dalam 5-10 tahun dari sekarang, tak ada lagi orang yang menggunakan aplikasi,” tutur CEO Deutsche Telekom, Timotheus Hoettges, dalam paparannya di ajang MWC 2024 di Barcelona, Spanyol, Selasa (27/2/2024).

Hoettges menjelaskan bahwa hanya dengan bermodalkan prompt ke AI, ponsel yang diproduksi perusahaannya akan memberikan rekomendasi destinasi perjalanan, rekomendasi belanja produk, mengirim gambar dan video ke kontak, dan lain sebagainya.

“Showcase ini menunjukkan bahwa Deutsche Telekom percaya dengan potensi program model bahasa besar (LLM) yang sebentar lagi akan teritegrasi ke perangkat mobile. Hal ini akan meningkatkan dan menyederhanakan kehidupan para pelanggan,” tutur Hoettges. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini