RATAS– Militer Selandia Baru dilanda guncangan besar. Pimpinan tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut memilih mengakhiri masa dinas lebih cepat akibat persoalan pribadi di masa lampau.
Tony Davies, sosok yang menjabat sebagai panglima sejak 2024, menyampaikan pengunduran diri pada Jumat (23/10).
Langkah tersebut diambil setelah dirinya mengakui pernah terlibat hubungan yang dianggap melanggar etika keprajuritan.
Pengakuan Mengejutkan Soal Pelanggaran Etika
Davies secara terbuka menyebut keputusannya dilandasi alasan personal. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kekeliruan yang dilakukan ketika masih memimpin sebuah kesatuan.
“Pengunduran diri saya karena alasan pribadi, dan merupakan akibat dari kesalahan penilaian di masa lalu, yang mana saya bertanggung jawab sepenuhnya,” kata Davies.
Ia menambahkan, “Kesalahan penilaian tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pasukan Pertahanan. Masalah ini berkisar pada hubungan tidak pantas yang saya miliki ketika menjabat sebagai komandan unit, dan saya menyesal tidak mengungkapkannya ketika saya memiliki kesempatan untuk melakukannya,” lanjutnya.
Jenderal bintang tiga itu juga meminta ruang privasi diberikan kepadanya. Fokus utama saat ini disebut ingin dicurahkan sepenuhnya kepada keluarga.
Respons Pemerintah dan Pengganti Sementara
Pernyataan resmi dari institusi pertahanan menyebutkan perkara tersebut telah dilimpahkan kepada lembaga pengawas independen untuk pendalaman lebih lanjut.
Namun demikian, pihak militer enggan membeberkan detail kepada kantor berita AFP.
Menteri Pertahanan Paul Goldsmith mengaku sangat menyayangkan insiden itu. Menurutnya, peristiwa tersebut akan menimbulkan kekecewaan mendalam di internal angkatan bersenjata.
“Alasan di balik keputusannya terkait dengan masalah integritas, yang sebelumnya tidak dia ungkapkan,” kata Goldsmith.
“Kami setuju bahwa posisinya tidak bisa dipertahankan,” lanjutnya.
Diketahui, Davies merupakan perwira senior yang bergabung dengan Angkatan Udara Selandia Baru sejak 1984.
Lulusan US Air Force Air Command and Staff Course di Maxwell Air Force Base, Alabama (2000) dan Royal College of Defence Studies di London (2013) ini bahkan pernah mendapat penghargaan pada 1998 atas aksi evakuasi warga Amerika di Antartika. Untuk sementara, jabatan panglima diisi oleh wakilnya, Mat Williams.